Author Topic: BISA JADI GURU, dengan menggunakan Aplikasi BUKU BSE, oleh Dwi Arry N  (Read 1975 times)

Offlinesatyana

Jr. Member

BISA JADI GURU, dengan menggunakan Aplikasi BUKU BSE, oleh Dwi Arry N


Pernah mendengar istilah banting setir?
Kalau istilah banting setir  yang sering kita dengar di jalanan untuk menghindar terjadinya kecelakaan sih biasa. Nah kalau banting setir di dunia pekerjaan? Gimana tuh?

Yup!
Realita ini terjadi ketika Mbak Giya, rekan kerjaku yang kini sudah memiliki dua anak yang ganteng-ganteng. Memberikan penawaran bebas terbatas untuk menjadi guru privat bagi anak pertamanya Dzaky, yang kini duduk di bangku kelas empat sekolah dasar (SD).

Yah jelas aja banting setir, wong saya ini memang fresh graduate banget. Lulusan dalam waktu kurang lebih tiga tahun, tapi saya tuh nggak ngambil jurusan Fakultas Keguruan. Lebih tepatnya saya mengambil jurusan diploma Kebidanan di salah satu institusi negeri di Lampung. Entah dari sudut mana mbak Giya ini memandangku, kok bisa-bisanya saya diberi amanah untuk membimbing Dzaky yang memang bulan Desember akan segera melaksanakan UAS (Ujian Akhir Semester) di sekolahnya.


foto saat masih kuliah dulu

Karena ngerasa punya passion untuk jadi guru. Akhirnya tawaran Mbak Giya pun saya iyakan. Agak lucu memang ya... haha...
Entahlah, mungkin karena memang dulu saya sempat masuk Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan (FKIP) Matematika di Unversitas Lampung (UBILA) itu berarti saya hampir jadi guru ya? Tapi sekarang keadaannya lain, karena orang tua lebih mendukung saya untuk jadi bidan #ehmalahcurcol.

Dulu sewaktu saya masih SD, seingat saya kurikulum yang digunakan saat itu adalah kurikulum 2004 alias KBK (Kurikulum Berbasis Kompetensi). Lalu beranjak ke Sekolah Menengah Pertama (SMP), kurikulum berubah lagi menjadi KTSP (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan). Dan sekarang lihat saja, kurikulum sudah berubah menjadi Kurikulum 2013.


koleksi buku cetak dan modul dari jaman lugunya duduk di bangku sekolah, tersimpan rapih di rak buku -___-

"Waahh!!!"
"Kalau begini caranya gak ada manfaatnya dong saya nimbun koleksi buku-buku cetak yang tebel itu di rak selama bertahun-tahun? Apa musti fotokopi bukunya Dzaky? Atau beli buku baru? Ah itu hanya pemborosan!" pikir saya dalam hati


Oh iya!
Di jaman sekarang kan teknologi makin canggih. Cari e-book saja..
Sudah rahasia umum kalau kita bisa nyari apa aja di Google
Akhirnya mampir ke Google Buku

Bukunya sih ketemu, tapi sayang kok nggak bisa diunduh.
Ikhtiar....ikhtiar....ikhtiar....
Akhirnya bisa juga tuh buku diunduh, duh tapi sayang nian....
Halamannya enggak lengkap
hua....hua...hua...
Pengen nangis tauk rasanya...

Berbekal ikhtiar dan tawakal
Dan karena yang jodoh pasti bertemu
Akhirnya aku pun menemukanmu, situs  Mahoni.com tepatnya bse.mahoni.com.

Dalam situs tersebut menyediakan ribuan aplikasi buku mata pelajaran SD sampai dengan SMA bahkan SMA yang bisa diunduh secara gratis! Aplikasi Buku Sekolah Elektronik (BSE) diluncurkan pertama kali pada tanggal 16 Juli 2013 lalu yang merupakan inisiatif dari Departemen Pendidikan Nasional Indonesia. Tujuan jelas banget, tentu saja menyediakan buku ajar elektronik untuk tingkat pendidikan dari SD, SMP, SMA dan SMK supaya bisa dimanfaatkan untuk membantu proses pembelajaran oleh puluhan ribu siswa, guru dan orang tua wali murid di Indonesia. Jatuhnya sih memang bukan e-book tapi lebih tepatnya aplikasi buku mobile. Yup! Aplikasi 'Buku BSE' tersedia dalam 3 platform, yaitu iOS, Android dan Windows 8. Yang bisa di download di smartphone, tablet dan computer.

Okesip! Buku udah punya, langkah selanjutnya adalah menyusun silabus dan mengatur waktu antara jam kerja saya di klinik dan waktu untuk les privat. Dengan begini, saya tidak perlu repot-repot memfotokopi apalagi sampai membeli buku. Karena dengan Aplikasi Buku BSE memudahkan saya untuk kembali mempelajari dan membaca buku-buku pelajaran yang saya butuhkan kapan saja dan dimana saja. Semuanya sudah ada di smartphone dan laptop, tanpa perlu bersusah payah menambah bawaan di ransel. Jadi saya bisa baca kapan pun dan di mana pun saya mau bahkan di sela kesibukan saya saat bekerja di klinik.


Tinggal unduh saja :)

Berdasarkan Pengalaman Menggunakan Aplikasi Buku BSE. Inilah keuntungan dan kemudahan yang bisa kita dapatkan dalam sekejap.
Tidak hanya menyediakan buku pelajaran dengan kurikulum 2013, tetapi ada juga kurikulum 2006
Dengan tampilan dan desain yang menarik menjadikan kita nyaman menggunakan Aplikasi Buku BSE
Jangan takut ketinggalan jaman, dan repot-repot ke toko buku untuk melakukan update. Sekali lagi ini bukan e-book, melainkan aplikasi buku. Aplikasi Buku BSE akan terus memberikan pembaruan-pembaruan dari segi materi dan fitur
Hanya dalam satu genggaman, dan hoala! Semua buku dapat diunduh secara cuma-cuma alias gratis
Kita bahkan tidak memerlukan tas untuk membawa semua buku-buku modul, kita hanya butuh kantung! Ya saku kantung! :)
Merasa minim pengetahuan? Tenang saja... karena Aplikasi Buku BSE menyediakan Aplikasi buku tentang Ilmu Pengetahuan Umum mulai dari pertanian, teknologi informasi, menjahit, tata boga bahkan seni tari.
Ada juga buku komik Pendidikan Anti Korupsi, supaya kita bisa menanamkan sifat anti korupsi pada anak sejak dini.
Buku edukasi keuangan juga bermanfaat sekali, contohnya saja kita bisa memberi tauladan pada anak bahwa menabung itu baik

Oh iya! Sebagai calon guru privat newbie sudah seharusnya saya mengetahui berbagai kompetensi yang harus dicapai oleh siswa. Beruntung Aplikasi BSE tidak hanya diperuntukkan untuk siswa tetapi juga untuk guru. Saya sadar betul di mana letak basic kemampuan saya berada. Maka dari itu, meskipun ini hanyalah pelajaran anak kelas empat SD tapi saya tidak boleh meremehkannya. Karena mulai dari yang dasar ini lah seorang anak mengembangkan dan mengasah pola pikirnya mengenai berbagai macam pelajaran dan ilmu alam dan sosial bahkan berkomunikasi dengan lingkungan sekitar mereka. Sehingga anak mulai mengerti  sedikit demi sedikit mengenai hal yang baik untuk dicontoh dan yang tidak baik ditiru dengan sendirinya. Pada tingkat Sekolah Dasar lah seorang anak mulai mengenal pendidikan yang sebenarnya. Berbeda sekali pada saat PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) atau pada masa TK (Taman Kanak-kanak) yang sebagian aktifitasnya difokuskan ke bermain.

Pada dasarnya tujuan operasional pendidikan SD yang tersebutkan dalam Kurikulum Pendidikan Dasar tak hanya sekedar memberi bekal kemampuan dasar membaca, menulis dan berhitung. Siswa juga berhak untuk mendapatkan pengetahuan dan ketrampilan dasar agar mereka siap menempuh pendidikan SMP kelak.  Sudah sepantasnya mereka juga dibekali kemampuan intelektual, pribadi, dan sosial. Agar para siswa diharapkan mampu memecahkan masalah secara efektif, berinteraksi dengan lingkungan sekitar, mampu menyesuaikan diri dengan lingkungan belajar di SMP dan teman sebayanya yang demokratis serta ragam budaya.

Seperti yang kita tahu, anak seusia Dzaky atau anak yang masih duduk di bangku sekolah dasar sudah mulai terlihat kritis apabila menemukan hal yang baru. Maka dari itu sebagai calon pendidik, saya sangat mengupayakan agar jangan sampai salah dalam memberikan ajaran. Baik itu berupa perilaku maupun perkataan, karena apa yang mereka lihat dan dengar akan dengan mudah mereka tirukan.  Sesuai dengan filosofi Jawa digugu lan ditiru (didengar dan dicontoh).

Guru yang tak mampu memperlihatkan dan menujukkan karakter sebagai seorang yang patut didengar dan diikuti adalah penyebab gagalnya proses penumbuhkan karakter anak didik. Perlu di garis bawahi bahwa guru tak hanya menyampaikan materi tetapi juga menjadi suri tauladan ybagi anak didiknya.

Nah...
Doakan saya supaya bisa menjadi tenaga kesehatan sekaligus pendidik yang baik dan bisa dicontoh ya..
Semangat para pendidik dan generasi penerus!!!
Jangan patah arang!!!
Mari persiapkan generasi tunas bangsa yang berkualitas di masa mendatang agar lebih baik dari sekarang.

Sumber :
http://daridan.blogspot.com/2014/11/biar-banting-setir-yang-penting-tetep.html
« Last Edit: December 01, 2014, 08:04:44 AM by satyana »